Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mesin Cuci: Pengertian, Manfaat, Sejarah & Contohnya


Seperti namanya, mesin cuci adalah mesin yang dirancang untuk mempermudah kegiatan mencuci pakaian. Bukan hanya membersihkan pakaian, tapi juga selimut, sprai dan handuk. Semua produk rumah tangga berbahan tekstil.

Biasanya alat di atas terbatas untuk sekadar yang menggunakan air dalam mencuci. Berbeda dengan cuci kering yang harus menggunakan cairan pembersih tertentu serta dilakukan oleh bisnis khusus.

Berdasarkan penelitian tahun 1886, wanita mengambil air delapan sampai 10 kali dari pompa air, sumur atau sumber air lain. Ini semua dilakukan hanya untuk proses mencuci pakaian.

Dapat dibayangkan, betapa melelahkannya kegiatan mencuci pakaian. Bukan hanya lelah, waktu yang terbuang juga sangat banyak dimulai dari mengambil air, merendam, menyikat, membilas, memeras sampai mengeringkannya.

Terdapat beberapa jenis alat cuci yang umum digunakan dalam rumah tangga. Tentu semua jenis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung dari kebutuhan rumah tangga Anda.

Dengan adanya inovasi mesin cuci, para Ibu tidak perlu lagi repot mengambil air, membilas dan memeras. Bahkan tidak perlu mengeringkan pakaian di bawah terik matahari.

Penemuan alat pencuci ini tidak mudah. Terdapat beberapa proses seperti penemuan mesin dari kayu, lalu berubah menjadi logam agar dapat menyalakan api sehingga air hangat dapat mengalir ke dalam tabung.

Mesin Cuci Adalah Manfaat

Dalam rumah tangga, alat pencuci biasanya perlu dipertimbangkan demi kemudahan serta mempersingkat waktu. Tidak hanya rumah tangga, bagi penghuni kost-kostan, tinggal sendirian, juga membutuhkan alat elektronik ini.

Terlebih jika Anda merupakan orang yang super sibuk. Tidak ada waktu mencuci piring apalagi pakaian. Bisnis laundry juga cukup menjanjikan, karena tidak semua orang mempunyai alat elektronik mencuci ini.

1. Menghemat Waktu

Mesin cuci adalah penghemat waktu. Anda tidak perlu menimba air, merendamnya berjam-jam, menyikat, membilas, meremas atau mengeringkannya di bawah sinar matahari. Waktu tersebut bisa Anda gunakan untuk kepentingan lain.

2. Mencuci Lebih Banyak

Manfaat lainnya adalah kapasitas. Satu alat pencuci ini bisa menamping sampai 10 kg lebih. Bayangkan berapa banyak ember yang Anda butuhkan, dan berapa banyak air yang harus diambil.

3. Cepat Kering

Tidak perlu membawa pakaian ke luar rumah dan mengeringkannya di bawah terik matahari. Pasalnya, alat pencuci ini sudah dilengkapi proses membantu pengeringan. Bahkan ada yang memiliki alat pengeringnya.

4. Mengurangi Kerusakan Pakaian

Kekurangan dari mencuci secara manual, selain lelah dan memakan waktu, kemungkinan pakaian rusak juga sangat tinggi. Misalnya luntur, cetakan sablon hilang, sampai warna pakaian atau celana pudar.

Ini bisa disebabkan oleh penyikatan yang memaksa akibat noda membandel. Ditambah sikat tersebut kasar, keras dan kesat tidak bagus untuk bahan tekstil. Sedangkan alat cuci memiliki fitur canggih berdasarkan bahan.

Sejarah Mesin Cuci

Mesin cuci adalah inovasi yang telah ada selama abad ke-19. Dahulu, mencuci pakaian dilakukan dengan menggunakan tangan. Biasanya para wanita bertugas mencuci pakaian dengan menggosoknya pada batu atau papan kayu.

1. Mesin Cuci Pertama

Setelah eksperimen berlangsung selama abad ke-19, pada tahun 1767 ditemukanlah alat pencuci. Pencuci tersebut ditemukan oleh ilmuan bernama Jacob Christian Schaffer yang berasal dari negara Jerman.

Tapi, alat itu belum sempurna seperti sekarang dengan dua tabung beserta pengering. Melainkan hanya berupa dari tangki kayu dan tuas pemutar yang terbuat dari kayu juga.

Cara kerja mesin cuci adalah dengan menuangkan air panas dalam tangki yang sudah disediakan. Setelahnya tuas diputar untuk mencuci pakaian, di antara dua rol kayu kain diperas.

2. Tenaga Listrik

Selama sekitar 210 tahun, alat pencuci terbuat dari kayu bertahan sebelum akhirnya penemuan mutakhir menggesernya. Tahun 1920-an, alat pencuci secara elektrik namun dikendalikan manual resmi dipasarkan.

Untuk membersihkan kain dari kotoran, alat masih membutuhkan gerakan secara manual dari luar. Lalu di tahun 1937, alat cuci elektrik otomatis pertama hadir dengan bak horizontal.

Saat itu, pencuci otomatis telah mampu melakukan pencucian, pembilasan sampai pengeringan kain. Mulai dari tahun 1980-an sampai seterusnya, perkembangan di bidang elektronik terus bergerak maju, menciptakan alat seperti sekarang.

Macam Mesin Cuci

Ada beberapa jenis alat pencuci umum dalam rumah. Mesin satu tabung dan dua tabung, memiliki kelebihan serta kekurangan. Untuk itu, ada baiknya menyesuaikan mesin cuci dengan kebutuhan.

1. Satu Tabung atau Satu Pintu

Jenis ini, memiliki dua bentuk dalam memasukkan pakaian yaitu, top loading dan front loading. Top loading ialah mesin cuci dengan pintu di atas, sedangkan front loading pintu di depan.

Untuk front loading, beberapa kelebihan mesin cuci adalah kapasitasnya lebih besar, penggunaan air sedikit, pakaian tidak mudah rusak serta praktis. Kekurangannya yaitu penggunaan listrik yang besar pula.

Top loading memiliki kelebihan yaitu penggunaan listrik lebih kecil dibanding front loading. Selebihnya memiliki keunggulan yang hampir sama dengan front loading. Sedangkan kekurangannya adalah banyak menggunakan air.

2. Dua Tabung atau Dua Pintu

Masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan dua tabung. Alasan penggunaan mesin cuci adalah harganya lebih ekonomis dibandingkan satu tabung. Ini sebab kenapa masyarakat kita lebih memilihnya.

Kekurangan dari dua tabung ialah operasi pencuciannya masih manual. Menggunakan tombol putar untuk mencuci, mengeringkan, dan membuang air bekas cucian. Ini menyebabkan perlunya tenaga serta perhatian lebih.

Sedang untuk kelebihannya terdapat beberapa yakni cucian lebih bersih, hemat listrik hingga bisa dalam rumah berdaya 450 W. Perawatannya juga lebih mudah dibanding yang otomatis.

Mesin Cuci Adalah Perawatan

Mesin cuci adalah perawatan karena sama seperti manusia yang membutuhkan perawatan agar bisa tampil maksimal. Walau berupa mesin dan bukannya makhluk hidup seperti manusia, alat pencuci tetap memerlukan pemeliharaan.

Perawatan yang tepat akan membuat umur mesin panjang. Anda juga pasti ingin mesin tersebut awet dan bekerja maksimal. Untuk itu, beberapa tips perawatan agar menghasilkan kinerja optimal.

1. Bersihkan Dari Residu

Residu merupakan sisa-sisa kotoran. Namun residu dari alat pembersih kain ini tidak hanya berupa detergen, termasuk juga sisa pewangi pelembut, serta pemutih yang sering digunakan. Bersihkan agar tidak menjadi kerak.

2. Bersihkan Bagian yang Dialiri Air

Membersihkan bagian yang dialiri air adalah bagian selang dan beberapa tempat lainnya. Titik-titik rawan lumut jika tidak dilakukan pembersihan secara berkala, harus diperhatikan lebih baik agar tidak menjadi kerusakan.

3. Detergen dan Klorin

Bahan ampuh membersihkan alat pencucian adalah campuran detergen dengan klorin. Setelah dicampur dan dimasukkan ke dalam tabung, nyalakan, lalu biarkan sampai selesai. Setelahnya tinggal bilas bagian dalam tabung.

4. Bersihkan Filter

Perawatan agar mendapatkan hasil optimal berikutnya adalah membersihkan filter. Pembersihan ini dilakukan paling tidak 1 minggu sekali jika sering digunakan, dan lebih dari satu minggu jika jarang digunakan.

5. Matikan Jika Tidak Digunakan

Fakta menunjukkan, masih banyak pengguna yang tidak mencabut kabel dari stop kontak atau mematikan mesin jika tidak digunakan. Mesin cuci adalah benda elektronik yang tetap mengkonsumsi listrik meski tidak dipakai. 

  

Posting Komentar untuk " Mesin Cuci: Pengertian, Manfaat, Sejarah & Contohnya"